Friday, 28 November 2014
Sistem Penunjang Keputusan
Berikut adalah soal dan jawaban dari materi v-class. silahkan download disini
Friday, 31 January 2014
Banjir Setelah dan Sebelum Jokowi
JAKARTA - Banjir yang beberapa hari ini melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta memicu kritik dan serangan ke duet Joko Widodo-Basuki T Purnama yang kini memimpin Ibu Kota. Bahkan serangan secara politik dari para politikus ke arah duet yang dikenal dengan sebutan Jokowi-Ahok itu datang bertubi-tubi.
Namun, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi mengingatkan bahwa pihak-pihak yang menyerang Jokowi-Ahok tanpa disertai data tentang penanganan banjir bisa menuai serangan balik. Sebab, publik tetap mencatat sejumlah kemajuan yang ditorehkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI itu selama setahun ini.
Ari lantas mencontohkan kritikan yang dilontarkan politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul yang menyebut blusukan ala Jokowi selama ini ternyata tak membawa manfaat. Menurut Ari, pernyataan Ruhut itu jelas tanpa disertai data kuat karena hanya untuk menyerang Jokowi secara politik.
Ari mengakui, banjir di Jakarta memang terus terulang setiap tahunnya. Tapi mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, 62 titik banjir peninggalan Fauzi Bowo bisa ditekan di era Jokowi-basuki menjadi 35 saja. "Artinya ada kemajuan nyata selama setahun ini," kata Ari kepadaJPNN, Selasa (14/1) malam.
Karenanya dosen jurusan komunikasi politik di FISIP UI itu menganggap serangan ke Jokowi lebih didasari kekecewaan secara politik. Sebab, serangan itu tidak disertai data kuat. "Seharusnya politisi yang cerdas sebelum melontarkan pendapat di depan publik harus berpijak pada data dan fakta di lapangan, bukan karena faktor ketidaksukaan apalagi karena dendam politik. Sudah jelas titik-titik banjir berkurang, kenapa juga Jokowi yang disalahkan?" sambung Ari.
Ditambahkannya, publik sudah selayaknya membandingkan penanganan banjir dan macet di era kepemimpinan Foke selama lima tahun dengan kepemimpinan Jokowi-Ahok selama setahun ini. Ari menambahkan, mengatasi banjir tentu tidak semudah membalik telapak tangan.
Namun, katanya, Jokowi-Ahok sudah memulai melakukannya secara sungguh-sungguh, termasuk melakukan pendekatan ke warga agar bersedia pindah dari bantaran kali ataupun merelokasi penduduk yang tinggal di kawasan waduk. Bahkan, lanjut Ari, Jokowi-Ahok berusaha keras membereskan berbagai persoalan warisan dari Gubernur DKI sebelumnya.
"Membebaskan banjir berarti memindahkan warga dari daerah rawan banjir. Memindahkan tempat tinggal berarti menyediakan rumah susun. Membangun rumah susun berarti membebaskan lahan. Semuanya tentu butuh waktu," lanjut Ari.
Titik banjir di Jakarta pada masa kepemimpinan Gubernur Joko Widodo alias Jokowi diklaim lebih sedikit daripada masa pemerintahan Fauzi Bowo alias Foke. Titik-titik banjir di Ibukota pada masa Jokowi jumlahnya hanya separuh dari titik banjir saat Foke memimpin.
“Titik banjir di zaman Foke awalnya 78, terus ada BKT turun jadi 62. Zaman Pak Jokowi turun lagi jadi 45 dan sekarang sudah 35 titik,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Danang Susanto di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2014).
Selain itu, genangan yang ada di kawasan Pluit juga jauh berkurang setelah program normalisasi waduk dilakukan oleh Jokowi. Begitu pula titik banjir di Jalan Sudirman-Thamrin sudah tidak terdampak banjir pada musim banjir kali ini.
Namun, musim hujan pada tahun ini belum mencapai puncaknya. Terlebih lagi, titik banjir tidak bisa diprediksi karena muncul secara tiba tiba. “Ada titik yang dulu tidak ada, sekarang ada misal di Setu Babakan. Sekarang banjir karena drainase-nya tidak lancar, tersumbat sampah,” ucap dia.
Danang menambahkan, menghilangkan banjir dari Jakarta sangat sulit, mengingat geografis sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan air laut dan dialiri 13 sungai. Oleh sebab itu, yang paling penting untuk menanggulangi banjir di Jakarta adalah kewaspadaan masyarakat.
“Siapa pun gubernurnya akan sangat sulit mengatasi banjir. Jadi warga harus bisa hidup harmonis dengan ancaman bencana. Saat musim hujan jangan panik, siapkan langkah-langkah evakuasi,” ujar Danang.
Banjir merendam sejumlah wilayah Jakarta sejak hari Minggu 12 Januari yang lalu. Total jumlah warga yang terdampak banjir di 5 wilayah Jakarta sebanyak 12.966 kepala keluarga atau 46.360 jiwa. Kemudian warga yang telah bersedia mengungsi 26.666 jiwa yang tersebar di 65 lokasi pengungsian
sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/01/15/210911/Ajak-Publik-Bandingkan-5-Tahun-Foke-dan-Setahun-Jokowi-
http://news.liputan6.com/read/800055/bpbd-titik-banjir-di-jakarta-pada-masa-jokowi-menurun
Pembangunan Gedung Baru Univ. Gunadarma
Yap Universitas Gunadarma adalah universitas dimana hampir semua orang tau, karena terkenal dengan teknologi informasinya yang amat bagus, tapi sayangnya saya kecewa akan fasilitasnya yang tidak mendukung, seperti ac yang sering mati, masih memakai OHP yang seharusnya ditahun 2014 ini sudah memakai infokus, tidak memiliki kantin sendiri, tidak memiliki gedung fakultas dan satu lagi GEDUNG YANG AMAT SANGAT BANYAK!.
Untuk itu kenapa harus membuat gedung yang begitu banyak? Kenapa tidak membeli suatu lahan yang luas untuk menyatukan semua gedung gunadarma khususnya di wilayah depok dan sekitarnya, agar timbul kenyamanan dan tidak harus bolak balik ke gedung satu dengan yang lainya, dan juga agar dapat membuat fasilitas yang memadai seperti KANTIN, GEDUNG FAKULTAS, PUSAT KEGIATAN MAHASISWA, SEKRETARIAT HIMPUNAN dll jika semua gedung seperti G, E, H, dan D disatukan.
Untuk itu kenapa harus membuat gedung yang begitu banyak? Kenapa tidak membeli suatu lahan yang luas untuk menyatukan semua gedung gunadarma khususnya di wilayah depok dan sekitarnya, agar timbul kenyamanan dan tidak harus bolak balik ke gedung satu dengan yang lainya, dan juga agar dapat membuat fasilitas yang memadai seperti KANTIN, GEDUNG FAKULTAS, PUSAT KEGIATAN MAHASISWA, SEKRETARIAT HIMPUNAN dll jika semua gedung seperti G, E, H, dan D disatukan.
Komputer Hologram
Teknologi Komputer Terbaru, Komputer Hologram adalah teknologi komputer yang akan membuat anda takjub dan kagum. Karena mungkin selama ini anda hanya melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan. Tapi kini hal tersebut menjadi nyata dan bisa anda miliki?
Komputer Hologram yang merubah fungsi meja sebagai peralatan rumah tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi interior ruangan menjadi selangkah lebih dekat ke jaman dimana semua gadget menggunakan sistem layar sentuh. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi tv hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas.
Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.
Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi komputer terabaru lainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sanda untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299.
Anda bisa membaca berita melalui fasilitas RSS, bermain Twitter maupun melakukan aktifitas internet lainnya. Bahkan Anda bisa bermain musik dan game langsung dari meja masa depan ini. EXOdesk akan dijual mulai tahun 2012 dengan harga $ 1.299 atau sekitar RP 11,5 juta rupiah.
Fitur Keamanan IOS 7
Dewasa ini perkembangan teknologi dunia semakin pesat saja, khususnya di industri mobile hampir setiap bulannya ada saja inovasi baru yang dihadirkan oleh pelaku usaha dibidang tersebut. Namun sayangnya canggihnya inovasi yang dihadirkan tidak disertai dengan pengamanan yang baik, sebab belakangan ini banyak sekali kasus meledaknya gadget canggih. Tentu sudah pernah anda dengar, jika beberapa produk besutan Brand ternama Apple beberapa kali meledak dan membahayakan penggunanya.
Tragis memang, sebuah produk yang diciptakan oleh perusahaan ternama dunia membuat produk yang dapat membahayakan penggunanya. Namun setelah ditelusuri, banyaknya kasus produk Apple yang meledak tersebut bukan semata kesalahan dari Apple. Sebaliknya pengguna yang menjadi korban dari produk Apple juga turut andil karena meledaknya produk yang mereka gunakan, sebab hampir semua produk Apple yang meledak disertai dengan perangkat tambahan palsu.
Misalnya saat sebuah iPhone meledak, dan ternyata setelah ditelusuri penyebabnya dikarenakan pengguna yang memakai charger palsu untuk pengisian baterainya. Malahan ada juga yang menggunakan baterai palsu, intinya hampir semua kasus meledaknya produk Apple disebabkan kelalaian pengguna yang menggunakan charger ataupun baterai palsu yang bukan buatan Apple.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, pada perangkat Apple yang sudah berbasis iOS 7 kini pengguna tidak lagi dapat menggunakan charger palsu. Sebab secara otomatis ponsel akan memproteksi adanya penggunaan perangkat palsu, khususnya charger dan kabel lighting palsu. Dengan adanya fitur ini, diharapkan kedepannya tidak ada lagi kasus gadget yang meledak.
Cara kerja dari fitur ini adalah mengidenfikasi setiap kabel charger yang dicolokan pada perangkat iPhone dan iOS, jika terdeteksi adanya penggunaan charger palsu maka secara otomatis perangkat akan menolak untuk diisi dan muncul peringatan pada layar. Untuk mengetahui bahwa charger yang digunakan pengguna adalah asli, pada kabel lighting telah disipkan sebuah chip yang kemudian akan di idenfikasi oleh perangkat saat melakukan pengisian.
Dengan fitur baru ini, kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi kasus meledaknya perangkat Apple yang disebabkan oleh kecerobohan pengguna dalam menggunakan produk tambahan. Namun sayang fitur ini hanya tersedia di iOS 7, sehingga pada perangkat yang masih berbasis di iOD 6 masih rentan penggunaan charger dan baterai palsu yang dapat membahayakan pengguna.
sumber : http://www.viatekno.com/ios-7-blokir-penggunaan-charger-palsu-demi-keamanan/
Subscribe to:
Posts (Atom)